Thought on the bus #3

Weekend.

Entah siapa yang pertama mendefinisikan weekend. Periode waktu yang biasanya dimulai dari Jumat malam sampai berakhirnya hari Minggu. Pikiran ini tiba-tiba muncul ketika aku sedang duduk di pinggiran jalan Orchard, menghabiskan segelas kecil yoghurt yau-yau, bareng 2 teman setim kantor, kamis malam. Tiba-tiba manager ku nyeletuk, “it feels like weekend already.”

Kemudian aku tersadar, proses yang aku lewati beberapa bulan terakhir. Aku kerja susah payah untuk menyambut weekend. Aku ingin secepatnya weekend datang, karena saat weekend aku merasa lebih hidup.

Tapi makin ke sini, rasanya waktu berlalu semakin cepat. Jarak tunggu antar weekend sepertinya semakin pendek. Baru aja menghabiskan satu weekend, kok besok udah Jumat lagi aja? Dan rasanya, kok sayang ya?

‘Sekarang’ adalah sebuah periode atau momen yang ga akan kita dapetin lagi. Gak akan bisa dibeli untuk diulang lagi. Kerja untuk menikmatinya di weekend rasanya terdengar menyedihkan. Tapi aku rasa, kebanyakan dari kita seperti itu. Dalam satu tahun, ada 52 minggu, artinya aku punya sekitar 104 hari dalam satu tahun untuk ‘menikmati’ hidup kalau aku meneruskan cara pandang seperti ini. 250an hari lainnya terlewati tanpa arti dan pufff ga bisa balik lagi. Itu pun kalau setiap weekend aku habiskan dengan sukacita. Kalau ada kejadian ga menyenangkan, tinggal kurangin aja dari 104 yang tadi.

Tapi itu lah sistem yang dibuat manusia, dibuat untuk menguntungkan manusia yang membuat sistemnya. Ketika seseorang ingin mencoba keluar dari sistem, dia akan membuat sistem baru yang cepat atau lambat akan merugikan manusia lainnya. Siklus ini akan terus bergulir, dan ketika sudah mulai mendekat titik kesetimbangan, muncul revolusi, atau jaman sekarang sedang hip istilah disrupsi. Kemudian semua orang kembali menyesuaikan terpaan gelombang revolusi tadi dengan sistem mereka masing-masing.

Sampai aku benar-benar menemukan tujuanku, rasanya tugasku saat ini cuma satu, bersyukur. It can be worse than this rite?

Bus 502. Orchard – Jurong West.

Mar 2 2017. 21:48.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *